10 Tips Mudah Teknik Frequency Separation Yang Akan Membuat Foto Anda Lebih Baik

Teknik Frequency Separation di photoshop yang sudah saya bahas pada tulisan sebelumnya merupakan sebuah teknik di Adobe Photoshop dimana kita memisahkan antara elemen high frequency (detail atau tekstur) dengan low frequency (color tone). Contoh elemen high frequency adalah rambut, bulu, kerutan dan pori-pori kulit. Sedangkan low frequency adalah color tone dari area elemen tersebut.

Sebagai contoh pada foto berikut adalah foto original dari area kulit:

cara menghaluskan kulit

Dengan menggunakan teknik Frequency Separation di Photoshop yang saya jelaskan di tulisan sebelumnya maka area kulit di atas bisa kita pisahkan menjadi elemen high frequency (detail dan tekstur):

frequency separation photoshop

Dan elemen low frequency yang merupakan color tone dari area kulit tersebut:

frequency separation photoshop

Ketika kedua elemen tersebut kita pisahkan maka kita dapat melakukan proses editing pada satu elemen tanpa mempengaruhi elemen lainnya. Sebagai contoh, kita dapat melakukan smoothing color dari skin tone di elemen low frequency tanpa menghilangkan detail dan tekstur kulit yang berada di elemen high frequency seperti pada contoh berikut:

Pada tulisan berikut saya akan memberikan beberapa tips pada saat bekerja dengan teknik frequency separation di Photoshop untuk mendapatkan hasil editing yang optimal:

1. Gunakan file original dengan kualitas teknis yang baik

Sama dengan proses editing yang lain, kualitas teknis dari foto atau image original akan menentukan hasil akhir yang didapat. Kualitas teknis disini yang dimaksud adalah: resolusi (jumlah pixel) yang cukup, sharpness yang memadai dan exposure yang baik. Sebagai contoh pada foto dibawah, foto sebelah kanan memiliki kualitas teknis yang lebih baik dibandingkan foto kiri:

frequency separation photoshop

Resolusi atau jumlah pixel yang cukup banyak akan memudahkan kita melihat detail atau tekstur pada saat zoom ke level 100%. Foto dengan resolusi kecil akan menyulitkan kita untuk melihat detail yang ada pada foto.

Sharpness yang baik akan memunculkan tekstur pada foto sebagai bahan awal untuk proses retouching. Sharpness bisa didapat dari kombinasi lensa yang bagus, pemilihan Depth of Field yang tepat dan sensor kamera yang baik.

Exposure yang baik akan membuat tekstur atau detail juga terlihat di foto. Exposure yang terlalu under atau over tentu akan mengurangi tekstur atau detail yang terlihat. Selain itu quality of light yang digunakan juga harus tepat, contohnya skema front light tentu akan membuat foto menjadi cenderung flat yang mengakibatkan tekstur pada foto menjadi minimal.

Karena itu foto dengan kualitas teknis yang tidak terlalu baik akan lebih sulit untuk diolah sebagai contoh foto dari hasil kamera handphone atau kamera pocket yang memiliki ukuran sensor kecil.

2. Jangan memilih angka Radius terlalu tinggi di filter Gaussian Blur

Pada tahap menggunakan filter Gaussian Blur di layer Low Frequency banyak pemula yang memilih angka radius terlalu tinggi karena langsung terlihat menyebabkan skin menjadi smooth. Tujuan dari penggunaan filter ini pada layer Low Frequency adalah untuk menghilangkan detail pada layer. Karena itu pilih angka radius secukupnya sampai detail pada foto hilang.

frequency separation di photoshop

Tips untuk memilih angka radius yang pas: lihat pada bagian yang memiliki detail pada foto. Contohnya: rambut atau bulu di alis mata. Atur sehingga Anda tidak bisa lagi melihat detail pada rambut atau bulu tersebut.

3. Gunakan layer terpisah untuk skin smoothing

Apabila Anda melakukan langkah-langkah yang saya jelaskan pada tutorial sebelumnya termasuk apabila Anda mendownload Photoshop Action: Frequency Separation maka Anda akan menemukan layer diantara layer High dan Low Frequency. Layer ini yang saya namakan sebagai layer Color Smoothing. Di layer inilah Anda melakukan smoothing skin tone dengan menggunakan brush (low hardness & low opacity/flow) dan diameter yang kecil.

frequency separation di photoshop

Pada layer Color Smoothing 1 saya menggunakan filter Surface Blur sebagai layer awal dari proses smoothing. Selanjutnya Anda bisa menambahkan layer lainnya di antara layer Low dan High untuk melakukan proses skin smoothing secara lebih akurat dengan mengatur properti dari masing-masing layer baik opacity maupun blending modenya sesuai dengan foto yang Anda gunakan.

4. Jangan gunakan soft edge di layer High Frequency

Berbeda ketika melakukan editing di layer Low Frequency yang menggunakan Brush dengan edge low hardness (soft), maka ketika bekerja di layer High Frequency gunakan tool dengan edge hardness yang tinggi baik itu Clone Tool atau Stamp Tool dengan target Sample: Current Layer di Option Bar. Apabila menggunakan edge yang soft akan membuat efek smudging pada detail atau tekstur pada saat melakukan proses brushing pada foto sehingga detail menjadi hilang atau soft.

frequency separation di photoshop

Anda bisa klik kanan pada image dengan Clone Stamp Tool atau Healing Brush tool untuk memunculkan menu di atas.

5. Membuat tekstur kulit Jeruk pada skin tone

Anda dapat membuat efek tekstur kulit jeruk pada skin tone dengan memunculkan extra detail pada foto. Caranya dengan menduplikat layer high frequency kemudian Anda beri mask sehingga hanya terlihat di area kulit yang Anda inginkan saja. Jangan lupa turunkan opacity dari layer extra detail ini agar tidak terlalu berlebihan.

frequency separation di photoshop

Syarat utama untuk memunculkan tekstur kulit jeruk pada kulit adalah: harus sudah ada detail yang dapat diolah di foto. Apabila foto dari awal tidak memiliki detail karena kualitas teknis yang rendah (lihat tips no 1 di atas), maka akan lebih sulit menghasilkan efek tekstur kulit jeruk dengan cara ini.

6. Lanjutkan dengan proses Dodging & Burning

Teknik Frequency Separation di Photoshop bekerja dengan baik apabila setelah itu Anda lanjutkan dengan proses dodging dan burning. Proses dodging dan burning akan membuat foto Anda menjadi lebih memiliki dimensi dan memberikan komplemen yang baik sekali dengan teknik Frequency Separation.

frequency separation di photoshop

Lebih lanjut tentang teknik Dodging & Burning bisa Anda lihat pada tutorial saya di sini. Selain itu saya juga perlihatkan proses dodging & burning ini di video tutorial Frequency Separation sebelumnya.

7. Variasikan Zoom Level yang Anda gunakan pada saat editing.

Pada saat Anda melakukan editing baik di layer High maupun Low Frequency biasakan untuk Zoom In sampai level 100% untuk melihat detail dan color tone yang sebenarnya dari foto yang Anda edit. Dengan demikian Anda bisa melakukan editing dengan lebih baik dan akurat pada area-area tertentu di foto. Namun sesekali Anda juga harus Zoom Out hingga ke level lebih besar untuk menilai hasil editan Anda pada foto secara keseluruhan.

frequency separation di photoshop

Ilustrasi gambar animasi diatas memperlihatkan bagaimana pada zoom level berbeda kita melihat gambar juga secara visual berbeda walaupun merupakan image yang sama. Gambar di atas merupakan gabungan dari gambar berikut, dimana gambar Marilyn Monroe adalah Low Frequency dan gambar Albert Einstein adalah High Frequency.

frequency separation di photoshop

Di Zoom Level yang besar (foto terlihat kecil) kita cenderung melihat elemen low frequency pada foto, sedangkan pada zoom level yang kecil (foto terlihat besar) mata kita selain dapat melihat elemen low frequency juga dapat melihat elemen high frequency pada foto.

8. Istirahatkan mata Anda

Jangan melakukan proses editing dalam satu kali jalan/proses. Isitrahatkan mata Anda sesekali selama proses dengan melihat-lihat hal lain selain foto yang ada di monitor Anda. Hal ini karena apabila Anda terlalu sering melihat pada gambar (selain tidak baik untuk kesehatan) juga akan mengakibatkan mata Anda menjadi terbiasa dengan tone yang ada pada foto. Salah satu bentuk isitirahat yang baik buat saya pribadi adalah dengan melihat ke luar jendela dimana ada matahari yang tidak terlalu terang. Proses ini akan seolah-olah mereset mata Anda kembali ke normal dan pada saat kembali ke monitor bisa jadi Anda akan menemukan masalah pada foto Anda yang tidak terlihat sebelumnya.

9. Jangan terpaku pada Photoshop Action

Apabila Anda menggunakan Photoshop Action untuk melakukan teknik Frequency Separation di Photoshop, jangan menggunakan angka-angka seting default. Rubah dan sesuaikan angka-angka tersebut sesuai dengan foto dan style yang Anda inginkan.

10. Jangan berlebihan

Teknik Frequency Separation di Photoshop merupakan teknik yang mudah dilakukan dengan hasil yang sangat baik. Karena itu teknik ini paling sering dilakukan secara berlebihan terutama oleh mereka yang baru pertama kali belajar Photoshop. Tidak semua foto harus menggunakan teknik frequency separation ini untuk menghaluskan kulit. Pada beberapa foto Anda cukup menggunakan healing tool untuk retouch kulit. Tergantung dari style yang diinginkan, namun seringkali hasil terbaik didapat dari efek yang subtle (tidak berlebihan). Eksperimen dengan menurunkan opacity pada layer untuk menghasilkan efek yang lebih blend dan natural. Selain itu perhatikan personal traits atau tanda pribadi dari seseorang (contohnya tahi lalat dan ciri-ciri fisik lainnya), sebaiknya Anda tidak menghilangkan hal seperti ini yang akan mengakibatkan hasil editing yang tidak natural.

Demikian 10 tips teknik Frequency Separation di Photoshop yang bisa Anda lakukan untuk bisa mengoptimalkan proses editing dalam menghasilkan foto yang lebih baik. Untuk download Photoshop Action dan tutorial teknik frequency separation di Photoshop silahkan lihat tulisan saya sebelumnya di sini. Sedangkan untuk tutorial Dodging & Burning lihat tutorialnya di sini.