Dekonstruksi Image 2: Reverse Engineering Tone Pada Foto

Tulisan bagian ke 2 dan terakhir ini merupakan lanjutan dari rangkaian tulisan mengenai bagaimana cara membuat tone pada foto. Di tulisan ke 2 ini saya akan perlihatkan hal-hal yang telah saya bahas di tulisan sebelumnya, untuk digunakan melakukan dekonstruksi pada image. Proses dekonstruksi yang dilakukan menggunakan teknik reverse engineering (rekayasa terbalik) dimana saya akan “membalikkan” atau membuat normal kembali tone pada foto yang telah dirubah.

Proses dekontruksi dengan reverse engineering ini akan membuat Anda semakin paham tentang bagaiamana membuat karakter style atau tone pada foto. Disini saya telah memilih sebuah foto yang telah dirubah tonenya dan saya akan kembalikan foto ini ke tone atau style foto yang natural atau normal. Berikut ini adalah foto yang akan digunakan:

tone pada foto

Memahami Informasi Area Tonal

Langkah pertama adalah dengan mengidentifikasi informasi area tonal (shadow, midtone dan highlight) pada image. Lihat tulisan saya sebelumnya untuk mengetahui informasi area tonal ini. Lalu dengan menggunakan Photoshop Action Basic Luminosity Mask yang dapat Anda download di tulisan tersebut saya bisa lihat dimana saja area shadow, midtone dan highlight di foto tersebut.

Memahami Karakter Color dan Tonal

Setelah mengetahui area dari masing-masing informasi tonal tersebut berikutnya kita harus bisa memahami karakternya. Dari foto di atas maka kita dapat melihat karakternya sebagai berikut:

  • Overall image: Low contrast dengan saturasi sedikit dibawah normal.
  • Area shadow: memiliki nuansa biru
  • Area midtone: memiliki nuansa cyan dan magenta
  • Area highlight: memiliki nuansa warna kuning
Proses Reverse Engineering di Photoshop

Setelah mengetahui ke 2 hal di atas (area tonal dan karakter color/tonal), berikutnya dengan menggunakan Photoshop saya akan melakukan proses reverse engineering untuk mendapatkan tone natural/normal dari foto tersebut. Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka image di Photoshop kemudian buka panel Histogram (menu Window > Histogram) untuk melihat distribusi tonal pada foto. Dari panel Histogram kita bisa lihat bagaiaman image memiliki kontrast rendah (lihat area shadow yang “hilang”).

tone pada foto

2. Berikutnya saya tambahkan Layer Adjustment Curve dengan Layer Blending Mode: Luminosity untuk memperbaiki kontras kembali ke normal. Disini saya geser slider shadow ke kanan untuk memunculkan area shadow kembali dengan bentuk kurva sedikit mirip huruf “S” untuk meningkatkan kontras.

tone pada foto

3. Setelah “menormalkan” distribusi tonal berikutnya dengan menggunakan fitur Color Balance saya akan melakukan koreksi pada warna. Gunakan Layer Adjustment Color Balance dengan Layer Blending Mode: Color lalu pilih area Tone: Shadow di properti Color Balance dan kemudian saya kurangi biru, menambahkan sedikit magenta dan mengurangi cyan.

tone pada foto

4. Berikutnya pilih area Tone: Midtone di properti Color Balance dan saya kurangi cyan dan menambahkan hijau:

tone pada foto

5. Berikutnya pilih area Tone: Midtone di properti Color Balance dan saya kurangi kuning dan menambahkan cyan:

tone pada foto

Dengan perbaikan pada 2 area yaitu color dan tone makan kita dapat “menormalkan” kembali contoh foto tersebut:

Demikian rangkaian 2 artikel mengenai tone pada foto yang mudah-mudahan dapat membantu Anda dalam membuat tone di foto dan membangun visual style yang konsisten dari karya-karya Anda.