Depth of Field tidak hanya dipengaruhi Aperture

Seperti yang ditulis dalam judul artikel ini, sempit dan lebarnya Depth of Field (DoF) dalam fotografi tidak hanya dipengaruhi oleh besar kecilnya pilihan aperture pada lensa. Ada hal lain yang juga mempengaruhi sempit dan lebarnya DoF. Dalam artikel kali ini saya akan coba menjelaskan faktor yang mempengaruhi Depth of Field selain pilihan besar kecilnya aperture. Namun sebelumnya mari kita pahami dulu apakah Depth of Field (DoF) dalam fotografi.

faktor yang mempengaruhi depth of field
Image source: Wikimedia Commons

Depth of Field (DoF) adalah bagian atau area yang berada dalam fokus sehingga tampak tajam dalam sebuah foto. Semua elemen yang berada dalam area DoF ini akan tampak tajam (fokus) sedangkan yang berada di luar area ini akan tampak blur (out of focus). Dengan mengatur titik fokus lensa kamera pada subjek hingga subjek menjadi tampak tajam, maka ruang yang berada di depan dan di belakang subjek akan secara gradual menjadi blur atau out of focus.

Dengan menggunakan fenomena DoF ini maka fotografer dapat menggunakannya antara lain untuk:

1. Memperlihatkan dimensi pada foto. Adanya area yang secara gradual menjadi blur memperlihatkan adanya dimensi jarak atau depth pada foto 2 dimensi.

2. Dengan DoF yang sempit maka fotografer dapat mengisolasi subjek utama dari latar belakang atau elemen lain yang mengganggu. Dengan demikian focus of interest dapat ditampilkan dengan baik pada foto tersebut.

3. Dengan DoF yang lebar fotografer dapat memperlihatkan semua elemen dalam foto menjadi fokus. Contohnya pada foto landscape dan nature photography.

faktor yang mempengaruhi depth of field
Contoh Depth of Field lebar

Umumnya pengguna kamera hanya mengetahui bahwa besar kecil pilihan aperture pada lensa adalah satu-satunya mempengaruhi luas dari DoF. Hal ini dikarenakan pilihan aperture lensa adalah yang paling mudah diakses karena langsung berada di lensa yang menempel di body kamera. Selain itu juga karena efek perubahan aperture bisa dilihat langsung pada perubahan area DoF yang kita lihat di LCD kamera. Namun ada hal lain juga yang mempengaruhi luasnya ruang tajam ini, selengkapnya yang mempengaruhi lebar sempitnya dari Depth of Field (DoF) atau ruang tajam ini adalah:

1. Focal length lensa.

Dua subjek foto yang diambil dengan menggunakan pilihan aperture lensa yang sama namun dengan menggunakan focal length lensa yang berbeda akan memiliki luas DoF yang berbeda. Contoh Foto A diambil dengan pilihan aperture f/4 dan lensa 50 mm sedangkan Foto B diambil dengan pilihan aperture yang sama yaitu f/4 namun dengan lensa 200 mm. Maka pada Foto A area DoF akan lebih lebar dibandingkan dengan Foto B yang memiliki area DoF yang lebih sempit.

Semakin panjang focal length lensa, semakin sempit area DoF. Semakin pendek focal length lensa, semakin lebar area DoF.

2. Jarak antara subjek ke kamera.

Dua subjek foto yang diambil menggunakan pilihan aperture dan focal length lensa yang sama namun dengan jarak antara subjek ke kamera yang berbeda akan memiliki luas DoF yang berbeda pula. Contoh Foto A diambil dengan pilihan aperture f/4, lensa 50 mm dengan jarak subjek ke kamera 100 cm. Sedangkan Foto B diambil dengan pilihan aperture yang sama yaitu f/4 dan lensa yang sama yaitu lensa 50 mm namun dengan jarak subjek ke kamera 50 cm. Maka pada Foto A area DoF akan lebih lebar  dibandingkan dengan area DoF pada Foto B yang lebih sempit.

Semakin dekat jarak subjek ke kamera, semakin sempit area DoF. Semakin jauh jarak subjek ke kamera, semakin lebar area DoF.

3. Besarnya sensor kamera.

Dua subjek foto diambil dengan menggunakan pilihan aperture, focal length lensa dan jarak subjek ke kamera yang sama namun dengan ukuran sensor kamera yang berbeda akan menghasilkan luas area DoF yang berbeda. Contoh pada Foto A subjek difoto dengan pilihan aperture f/5.6, lensa 50 mm, jarak subjek ke kamera 100 cm dengan kamera Nikon D90 (sensor APS-C – kecil). Sedangkan pada Foto B subjek difoto dengan pilihan aperture, focal length lensa dan jarak subjek ke kamera yang sama namun dengan kamera Nikon D700 (full frame sensor – besar). Maka pada Foto A (kamera sensor kecil) area DoF lebih sempit ketimbang area DoF pada Foto B (kamera sensor besar) yang memiliki area DoF lebih lebar.

Namun perlu diingat ketika membandingkan foto dari kamera berbeda ukuran sensor adalah mengenai field of view. Field of view dari kamera berbeda ukuran sensor akan menghasilkan field of view yang berbeda pula. Karena itu ketika kita membandingkan Foto A dan Foto B pada contoh di atas, maka hasil foto keduanya akan berbeda karena field of view yang berbeda pula. Walaupun sama-sama menggunakan lensa dengan focal length yang sama (contoh di atas dua-duanya dengan lensa 50mm), namun karena field of view yang berbeda, maka pada Foto B dengan kamera Nikon D700 (sensor besar) akan menghasilkan foto yang lebih wide ketimbang pada Foto A dengan kamera Nikon D90 (sensor kecil).

faktor yang mempengaruhi depth of field
Ilustrasi perbedaan field of view. Kamera sensor kecil (kiri) dan kamera sensor besar (kanan)

Untuk membandingkan antara Foto A dan Foto B agar memiliki field of view yang sama, maka dapat dilakukan 3 hal yaitu:

a. Mengganti lensa pada Foto A dengan lensa 33 mm (karena crop factor Nikon dengan sensor kecil adalah 1.5x) sehingga menghasilkan foto dengan field of view yang sama dengan Foto B yang tetap menggunakan lensa 50 mm.

b. Menambah jarak subjek ke kamera pada Foto A sehingga field of view yang dihasilkan sama dengan Foto B. Seting lain seperti focal length lensa (kedua-duanya 50 mm) dan aperture tidak dirubah.

c. Dengan meng-crop hasil foto pada Foto B agar memiliki field of view yang sama dengan Foto A.

Apabila menggunakan cara point A dan B di atas, maka Foto A (kamera sensor kecil) akan memiliki area DoF yang lebih lebar dibandingkan dengan Foto B (kamera sensor besar) yang memiliki area DoF lebih sempit. Namun apabila menggunakan cara point C, maka luas area DoF pada Foto A dan Foto B adalah sama.

Apabila field of view berbeda (menggunakan lensa dengan focal length yang sama), maka semakin kecil ukuran sensor semakin sempit area DoF. Semakin besar ukuran sensor kamera, semakin lebar area DoF. Apabila field of view sama (menggunakan lensa dengan field of view yang sama), maka semakin kecil ukuran sensor semakin lebar area DoF. Semakin besar ukuran sensor kamera, semakin sempit area DoF.

4. Besar kecilnya aperture pada lensa

Dan terakhir tentu saja faktor yang paling umum dikenal mempengaruhi luas area DoF yaitu pilihan aperture pada lensa. Dua buah foto diambil dengan menggunakan focal length, jarak subjek ke kamera dan ukuran sensor kamera yang sama. Foto A diambil dengan seting aperture pada f/2.8 sedangkan pada Foto B dengan pilihan aperture pada f/8. Maka area DoF pada Foto A akan lebih sempit dibandingkan dengan Foto B yang memiliki area DoF yang lebih lebar.

Lensa dengan bukaan aperture besar (f-number kecil) akan menghasilkan area DoF yang lebih sempit dibandingkan dengan pilihan bukaan aperture yang lebih kecil (f-number besar).

Dari tulisan di atas maka dapat dilihat ada 4 faktor yang mempengaruhi luas area Depth of Field yaitu: focal length lensa, jarak subjek ke kamera, ukuran sensor kamera dan bukaan aperture lensa. Dengan memahami faktor-faktor tersebut maka fotografer dapat memaksimalkan area DoF ini apakah dengan membuat lebar atau sempit sesuai dengan yang diinginkan oleh fotografer tersebut.

Sebagai penutup saya hanya ingin mengingatkan bahwa foto dengan DoF sempit tidak berarti memperlihatkan bahwa lensa yang digunakan memiliki ketajaman yang baik. Banyak yang salah kaprah melihat foto dengan DoF sempit artinya lensa yang digunakan adalah lensa yang tajam. Untuk mengetahui apakah lensa termasuk tajam/sharp atau tidak, tidak bisa dilihat dari hasil foto dengan DoF yang sempit. DoF sempit tidak ada hubungannya dengan ketajaman lensa :)