Memahami Dynamic Range Dalam Fotografi

dynamic range dalam fotografi

Dynamic Range adalah istilah yang sering kita temui dalam fotografi dan merupakan hal yang perlu kita ketahui untuk bisa mendapatkan exposure yang tepat sesuai dengan yang kita inginkan pada foto kita. Sebagai fotografer dan photo editor kita harus memahami mengenai dynamic range dalam fotografi dan implikasinya terhadap hasil karya kita.

Dynamic range sendiri secara singkat dapat diartikan sebagai rasio antara area paling gelap dan area paling terang dalam sebuah gambar. Dengan demikian kita bisa membagi gambar atau foto yang memiliki dynamic range tinggi (lebar) dan yang memiliki dynamic range rendah (sempit). Sebagai ilustrasi untuk memahami dynamic range dalam fotografi, perhatikan gambar berikut:

dynamic range dalam fotografi

Pada ilustrasi gambar di atas diperlihatkan full tonal range dari area paling gelap di sebelah kiri hingga area paling terang di sebelah kanan. Sekarang mari kita bandingkan dengan ilustrasi tonal range berikut:

dynamic range dalam fotografi

Pada ilustrasi di atas, area paling gelap di kiri tidak berwarna hitam namun lebih ke dark grey begitupula area paling terang tidak berwarna putih. Dengan demikian tonal range dari area paling gelap hingga ke area paling terang pada ilustrasi di atas lebih kecil (sempit) di bandingkan pada ilustrasi yang pertama. Melihat contoh di atas maka gambar kedua memiliki dynamic range yang lebih rendah daripada gambar yang pertama.

Jarak antara area paling gelap dan area paling terang dynamic range dalam fotografi disebut dalam satuan f-stop, zone atau Exposure Value (EV). Semakin tinggi jumlah stop maka semakin tinggi dynamic range yang dihasilkan.

Faktor Yang Mempengaruhi Dynamic Range Dalam Fotografi

Dalam kehidupan sehari-hari sulit untuk menemukan area yang benar-benar gelap maupun benar-benar terang karena banyak hal yang mempengaruhi besarnya dynamic range. Hal-hal yang mempengaruhi dynamic range diantaranya media rekam (sensor kamera digital, media film seluloid, scanner) media reproduksi (printer, kertas, dll) dan juga mata kita. Masing-masing dari media tersebut termasuk mata kita memiliki kemampuan untuk menangkap dan menghasilkan dynamic range yang berbeda-beda.

Kamera digital secara umum memiliki dynamic range berkisar sekitar 10 stop sedangkan mata manusia normal bisa mencapai sekitar 24 stop. Yang menarik dari mata manusia adalah kemampuannya untuk beradaptasi pada kondisi perubahan tonal range yang ekstrem dengan cepat.

Sedangkan media reproduksi seperti media cetak memiliki dynamic range yang berbeda-beda tergantung dari karakter media dan tinta yang digunakan. Sebagai contoh, area paling terang pada media cetak akan sangat dipengaruhi oleh warna putih pada kertas.

Efek Dynamic Range Dalam Fotografi Digital

Dalam proses pemotretan, berapapun luas tonal range yang akan difoto dalam sebuah scene akan “dipaksa” masuk dalam tonal range atau dynamic range yang mampu direkam oleh sensor kamera atau film. Selanjutnya kamera akan melakukan render terhadap sisi paling kiri sebagai area paling gelap dan sisi paling kanan sebagai area paling terang.

Setiap sensor kamera digital memiliki dynamic range yang berbeda-beda, sebagai contoh kamera pro Nikon D600 memiliki dynamic range 14.2 EV dan kamere entry level Nikon D3300 memiliki dynamic range 11.3 EV (berbeda kurang lebih 3 stop). Semakin tinggi dynamic range maka kamera tersebut dapat menangkap detal dalam tonal range yang lebih baik.

Berikutnya kita lihat 3 foto ilustrasi berikut:

dynamic range dalam fotografi

Gambar di atas merupakan ilustrasi dynamic range sebesar 24 stops yang dimiliki oleh mata manusia untuk menampilkan sebuah scene sebagaimana dilihat oleh mata secara normal. Bila kita lihat foto di atas maka kita dapat melihat dynamic range yang cukup besar karena foto diambil di dalam ruangan dengan kondisi outdoor yang cerah sehingga pencahayaan menjadi backlight.

Pada gambar berikut, scene di atas difoto dengan menggunakan kamera digital dengan kemampuan merekam dynamic range sebesar 10 stops yang diilustrasikan pada skala tonal range dibawahnya:

dynamic range dalam fotografi

Apabila kita lihat di skala 10 pada scene (yang masih memiliki detail) oleh kamera kemudian dirender sebagai area paling terang (lihat skala dibawahnya). Secara umum kita juga bisa lihat perubahan tonal range menjadi lebih terang pada keseluruhan image sehingga menimbulkan banyak area over exposure pada foto. Perhatikan bagaimana foto kehilangan detail pada bagian langit di outdoor yang merupakan area terang, namun kita bisa menghasilkan detail pada area gelap yang sekarang justru menjadi lebih terang sehingga terlihat.

Posisi skala 10 stop dari kamera pada ilustrasi di atas ditentukan oleh metering mode yang Anda gunakan di kamera. Apabila anda memilih metering mode untuk memprioritaskan highlight pada foto maka bisa diilustrasikan sebagai berikut:dynamic range dalam fotografiPada foto ini area highlight menjadi prioritas sehingga detail langit di outdoor tetap terlihat, namun pada sisi lain kita kehilangan detail di area shadow karena foto secara keseluruhan menjadi lebih gelap.

Konsep Dynamic Range Pada Saat Pemotretan

Pada saat melakukan pemotretan maka kita harus memahami 2 hal yang berkaitan dengan dynamic range dalam fotografi ini seperti yang sudah dijelaskan di atas. Pertama adalah dynamic range dari scene yang akan difoto. Apakah scene yang akan kita foto memiliki tingkat kontras yang tinggi atau dynamic range yang luas? Kemudian kita juga harus memahami kemampuan dynamic range dari kamera yang kita gunakan. Dalam bentuk yang sederhana: apabila dynamic range kamera kita 10 stops maka scene yang memiliki maksimal 10 stops dalam dynamic range tidak akan menjadi masalah untuk kita foto.

Bagaimana kita mengetahui apakah dynamic range dari scene yang kita foto masuk dalam cakupan dynamic range kamera kita? Jawabannya adalah dengan melihat histogram di kamera. Histogram merupakan representasi grafis dari tonal range dan pada banyak kamera modern sekarang telah memiliki fitur ini sehingga Anda tinggal mengaktifkannya (baca lagi manual kamera Anda).

dynamic range dalam fotografi
Photo from Canon USA

Panduannya adalah jangan sampai dynamic range dari scene sampai berada “di luar” histogram kamera. Perhatikan ilustrasi berikut mengenai dynamic range di dalam histogram:

dynamic range dalam fotografi

Pada 2 contoh di atas, dynamic range dari scene yang akan difoto lebih luas daripada dynamic range yang bisa ditangkap oleh kamera sehingga terjadi clipping. Gambar kiri terjadi clipping di area shadow sehingga kehilangan detail di area tersebut, sedangkan gambar kanan terjadi clipping di area highlight yang menyebabkan area tersebut overexposed dan kehilangand detail.

Agar tidak terjadi clipping maka kita harus dapat mengoptimalkan teknik pemotretan sehingga dynamic range dari scene sesuai dengan kemampuan kamera:

dynamic range dalam fotografi

Pada gambar di atas, dynamic range scene berada di dalam kemampuan dynamic range kamera sehingga tidak ada area yang clipping. Fitur histogram pada kamera merupakan fitur yang esensial bagi fotografer dalam menilai dynamic range, tonal range dari foto yang dibuat karena menampilkan data dalam bentuk grafik yang lebih mudah dianalisa dengan cepat.

Cara lain untuk “menurunkan” dynamic range dari scene yang hendak kita foto adalah dengan menggunakan filter Neutral Density (ND). Filter ini memiliki fungsi mirip dengan sunglasses (kaca mata hitam) yang kita pakai pada saat matahari terik agar tidak terlalu silau sehingga mata dapat melihat dengan lebih baik. Berikut ini ilustrasi dari fungsi filter ND:

dynamic range dalam fotografi

Pada contoh di atas, tanpa menggunakan filter range dari area gelap (ground) ke terang (langit) adalah 11 stops. Dengan kamera yang memiliki dynamic range 10 stops maka akan ada clipping pada histogram seperti yang dijelaskan pada bagian sebelumnya.

Contoh di atas saya ilustrasikan dengan menggunakan filter Gradient ND 3 Stops. Filter ini pada bagian elemen optiknya terbagi dua yaitu setengah bagian yang berwarna gelap akan menurunkan intensitas cahaya hingga 3 stops, sedangkan setengah bagian lagi tidak berwarna (clear) sehingga tidak berpengaruh apa-apa. Dengan menggunakan filter ini saya menurunkan 3 stops bagian langit yang terang dari f/64 ke f/22 maka sekarang tonal range menjadi 7 stop yang berada dalam cakupan dynamic range kamera.

Dynamic Range dan Post Processing

Cara lain untuk dapat menghasilkan image dengan tonal range yang optimal adalah dengan menggunakan teknik post processing. Ada dua teknik dynamic range dalam fotografi yang umum dilakukan untuk menghasilkan foto dengan dynamic range yang lebih tinggi. Teknik tersebut adalah teknik High Dynamic Range (HDR) dan Exposure Blending.

Baik teknik HDR maupun exposure blending mengharuskan kita untuk mengambil foto dalam berbagai variasi exposure untuk satu scene yang sama. Image-image dengan variasi exposure ini kemudian “digabungkan” menjadi 1 image dengan dynamic range yang lebih tinggi. Proses penggabungan ini terdiri dari 2 cara yaitu tone mapping untuk menghasilkan foto HDR dan luminosity masking untuk foto exposure blending.

Contoh tipikal foto HDR:

HDR

Teknik HDR menghasilkan foto High Dynamic Range dengan menggunakan metode atau algoritma tertentu yang sering juga disebut sebagai proses tone mapping. Image HDR awalnya dikembangkan untuk keperluan modeling 3D dan motion graphic. Tujuannya agar sebuah objek memiliki informasi yang lengkap ketika objek tersebut dalam lighting yang intensitasnya kecil maupun besar. Biasanya foto HDR memiliki karakteristik yang unik, sureal dan out of this world. Untuk membuat foto HDR bisa menggunakan aplikasi stand alone seperti Photomatix dan Aurora HDR ataupun dengan Adobe Photoshop

Contoh foto dengan exposure blending:

Patagonia, Chile by Jimmy Mcintyre on 500px.com

 

Teknik exposure blending dilakukan dengan mengisolasi area-area dengan tingkat luminositas yang berbeda-beda pada foto. Kemudian masing-masing area yang mewakili tonal range tersebut dimunculkan dengan teknik masking untuk menghasilkan satu foto dengan tonal range yang luas. Dengan teknik ini biasanya didapatkan foto dengan dynamic range yang tinggi namun masih terlihat natural.

Demikian artikel memahami dynamic range dalam fotografi yang merupakan salah satu unsur penting untuk dapat menghasilkan foto yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Pada tulisan berikutnya saya akan membahas mengenai cara membuat foto dengan dynamic range yang tinggi baik dengan teknik HDR maupun Exposure Blending.