Teori Warna Dasar Untuk Fotografer Bagian 1 (Color Mode: RGB & CMYK)

Fotografi merupakan salah satu bentuk seni visual yang melibatkan elemen-elemen visual dalam hasil karyanya. Salah satu dari elemen visual tersebut adalah warna. Karena itu penting untuk fotografer mengetahui dasar-dasar dari teori warna untuk dapat melengkapi skill dan kemampuan dalam menghasilkan karya visual fotografi yang lebih baik. Dalam artikel kali ini saya akan menjelaskan mengenai teori warna dasar yang meliputi Color Mode (mode warna seperti CMYK dan RGB) serta Color Harmony atau perpaduan warna. Karena artikel ini lumayan panjang, maka saya bagi dalam dua artikel yaitu Bagian 1 dan Bagian 2. Pada bagian 1 ini saya akan membahas mengenai Color Mode.

Color Mode atau mode warna pada dasarnya adalah bagaimana warna tertentu dihasilkan. Secara detail saya pernah tulis mengenai teori warna color mode ini pada artikel saya sebelumnya di sini. Secara garis besar color mode ini dapat kita bagi menjadi 2 berdasarkan media yang digunakan:

1. Media layar elektronik

Apabila warna visual misalkan foto ditampilkan di media layar elektronik seperti TV, monitor komputer, LCD, tablet, handphone dll maka mode warna yang digunakan adalah mode warna yang support media tersebut. Semua media dengan layar elektronik menggunakan 3 cahaya warna utama yaitu Red, Green dan Blue untuk mereproduksi warna pada layar mereka. Untuk warna lain selain 3 warna tersebut akan dihasilkan dari gabungan dari variasi intensitas masing-masing 3 warna utama tersebut.

Teori Warna
Tampilan zoom in dari berbagai layar monitor elektronik memperlihatkan 3 warna utama yaitu Red, Green dan Blue.

Mode warna dari media elektronik ini dikenal sebagai mode warna RGB (Red, Green, Blue). Pada mode warna RGB warna primer terdiri dari cahaya warna merah, cahaya warna hijau dan cahaya warna biru dengan masing-masing nilai intensitasnya dari 0 sampai 255. Warna lain di luar 3 warna tersebut dihasilkan dari campuran 3 cahaya warna primer tersebut.

teori warna

Contoh nilai warna dalam mode RGB
RedGreenBlueWarnaKeterangan
25500Pure Red (merah murni)
02550Pure Green (hijau murni)
00255Pure Blue (biru murni)
255255255Putih (intensitas cahaya maksimum – terang)
128128128Abu-abu (50% Grey)
000Hitam (intensitas cahaya minimum – gelap)
2552550Cyan: kombinasi dari Red + Green
0255255Magenta: kombinasi dari Green + Blue
2550255Yellow: kombinasi dari Blue + Red
25520451Contoh kombinasi dari warna RGB
15351204Contoh kombinasi dari warna RGB

Mode warna ini juga dikenal sebagai mode warna additif karena apabila 3 cahaya warna primer tersebut dicampur maka hasilnya adalah cahaya putih. Disebut sebagai additif (menambahkan) karena efek dari campuran ketiga warna ini memberikan efek “menambahkan” intensitas cahaya hingga menjadi putih. Untuk mendapatkan hitam, maka semua cahaya dikurangi intensitasnya (dimatikan).

Color mode RGB ini merupakan color mode default dari foto yang kita buat dari kamera digital serta color mode default dari Photoshop. Nilai intensitas dan properti warna RGB ini banyak kita temui pada tools dan fitur di Adobe Photoshop.

teori warna
Kombinasi warna berbasis RGB di Adobe Color Picker

Dalam industri ada banyak color mode yang menggunakan color mode RGB sebagai patokannya. Diantaranya yang populer adalah color mode sRGB, Adobe RGB dan Pro Photo RGB. Tiga color mode ini semua sama-sama menggunakan warna primer Red, Green dan Blue. Yang paling umum digunakan dan menjadi standar bagi banyak peralatan elektronik adalah mode warna sRGB (standard RGB).

2. Media cetak tinta

Apabila foto atau gambar ditampilkan pada media apapun (kertas, kain, plastik, dll) dengan  menggunakan tinta; maka color mode yang digunakan adalah color mode CYMK (Cyan, Magenta, Yellow dan Black). Hal ini dikarenakan untuk proses cetak, printer menggunakan warna utama yang terdiri dari tinta warna cyan, magenta, yellow dan black.

teori warna
Tinta warna cyan, magenta, yellow dan black pada mesin cetak (printer).

Pada mode warna CMYK ini warna primer adalah tinta warna cyan, tinta warna magenta dan tinda warna kuning dengan nilai intensitas masing-masing dari 0-100. Warna lain selain 3 warna tersebut dihasilkan dari campuran ketiga tinta warna primer tersebut.

teori warna

Contoh nilai warna dalam mode CMYK
CyanMagentaYellowBlackWarnaKeterangan
100000Pure Cyan (cyan murni)
010000Pure Magenta (magenta murni)
001000Pure Yellow (kuning murni)
0000Putih (tanpa tinta)
5050500Abu-abu
1001001000Hitam (campur semua warna tinta)
01001000Red: kombinasi dari Magenta + Yellow
10001000Green: kombinasi dari Yellow + Cyan
10010000Blue: kombinasi dari Cyan + Magenta
8415782Contoh kombinasi dari warna CMYK
40100309Contoh kombinasi dari warna CMYK

Mode warna ini juga dikenal sebagai mode warna subtraktif karena apabila 3 tinta warna primer tersebut dicampur maka akan menghasilkan hitam. Karena itu disebut sebagai subtraktif (mengurangi) karena campuran 3 warna ini memberikan efek “mengurangi” intensitas sehingga hasilnya menjadi tidak ada warna (hitam). Namun dalam prakteknya apabila 3 tinta warna primer tersebut (cyan, magenta dan kuning) dicampur hasilnya adalah warna abu-abu pekat, bukan hitam.

teori warna

Berikut contoh antara foto dengan warna primer CMY dan dengan warna primer CMY +K:

Karena itu perlu ditambahkan tinta warna hitam (Black) pada mode warna ini untuk dapat menghasilkan warna hitam yang benar-benar hitam sehingga mode warna ini dikenal sebagai mode warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow + Black).

teori warna
Kombinasi warna berbasis CMYK di Adobe Color Picker

Perbedaan Color Mode RGB dan CMYK

Untuk mereproduksi foto atau gambar dengan baik, maka color mode yang dipilih harus sesuai dengan media yang digunakan. Untuk media layar elektronik gunakan color mode RGB sedangkan untuk media tinta cetak gunakan color mode CMYK. Hal ini penting karena ada warna-warna yang tidak kompatibel dari masing-masing mode warna. Apabila color mode tidak sesuai maka apa yang dilihat di komputer atau kamera tidak akan sama dengan hasil cetaknya.

teori warna
Spektrum warna yang dapat dilihat mata manusia dan area cakupan RGB & CMYK.

Seperti bisa dilihat pada gambar di atas, ada warna-warna di RGB yang tidak ada di CMYK. Begitu juga sebaliknya ada warna-warna di CMYK yang tidak ada di RGB. Secara umum bisa kita lihat bahwa cakupan warna RGB sedikit lebih banyak dari CMYK sehingga apa yang kita lihat di monitor atau kamera bisa jadi lebih “kaya warna” dibandingkan versi cetaknya dalam mode warna CMYK.

Berikut ini adalah perbedaan antara spektrum gradasi antara warna Red (255,0,0) – Green (0,255,0) – Blue (0,0,255) dalam mode RGB yang kemudian dicetak dalam mode warna CMYK:

Di Photoshop kita dapat melakukan preview pada foto, area mana saja yang warnanya tidak tercover oleh mode warna CMYK. Area ini nantinya ketika akan diprint akan memiliki nuansa warna yang berbeda dengan apa yang kita lihat di monitor komputer kita. Hal ini adalah salah satu penyebab ketika hasil cetak foto kita berbeda dengan apa yang kita lihat di layar monitor, yaitu foto dengan color mode RGB yang dicetak dengan menggunakan printer dengan tinta CMYK.

Untuk mengetahui area mana di foto kita yang warnanya tidak akan diprint sesuai dengan warna di monitor, Anda dapat memilih menu View > Gamut Warning. Nantinya area yang berwarna abu-abu merupakan area yang akan “berubah” warnanya saat diprint karena warna pada area tersebut tidak ada pada mode warna CMYK.

teori warna

Akibatnya apabila foto tersebut dicetak maka akan terlihat perubahan pada nuansa warna di area abu-abu tersebut seperti pada contoh berikut:

Untuk merubah mode warna pada foto di Photoshop kita dapat menggunakan perintah Image > Color Mode kemudian Anda tinggal memilih color mode yang diinginkan. Namun perlu diingat karena cakupan mode warna RGB dan CMYK berbeda maka Anda tidak dapat dengan seenaknya merubah-rubah color mode dari RGB ke CMYK kemudian balik lagi ke RGB. Biasakan untuk membuat file image terpisah sesuai dengan output atau medianya. Jadi selain Anda memiliki file dengan mode warna RGB untuk keperluan media elektronik (contoh: media online), Anda juga memiliki file dengan mode warna CMYK untuk keperluan dicetak.

Selanjutnya adalah bagaimana kita menggabungkan warna-warna untuk menghasilkan foto yang menarik? Baca artikel Teori Warna Dasar Untuk Fotografer Bagian 2.

Photo credits:

  • Color Powder stalls ready for the Holi celebration by © Jorge Royan / http://www.royan.com.ar, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=16244266
  • Pixel Geometries by PengoOwn work, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=3430548
  • A Canon inkjet with CMYK cartridges by André Karwath aka AkaOwn work, CC BY-SA 2.5, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=84651
  • Vintage radio by Lubos Houska, CC0 1.0 Public Domain
  • Wheat Field by Broin, CC0 1.0 Public Domain