Panduan Lengkap Tentang Color Grading di Fotografi

Color grading di fotografi merupakan istilah yang mulai populer dalam dunia fotografi dalam 2-3 tahun terakhir ini. Istilah color grading sendiri lebih dahulu populer dalam dunia post production untuk film-film, dimana editor atau colorist melakukan perubahan tone dan warna pada video/film sesuai dengan mood atau kesan yang ingin ditampilkan.

Tulisan ini sendiri merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya mengenai efek cinematic dan color tone pada foto dengan Adobe Photoshop. Untuk tulisan ini fokus saya adalah pada pemahaman dasar dan lengkap tentang apa itu Color Grading atau Color Grade. Dengan pemahaman yang baik di awal maka akan memudahkan Anda dalam melakukan proses color grading di foto Anda nantinya.

Contoh color grading pada film bisa dilihat pada video berikut ini:

Teknik color grading di fotografi mulai populer di dunia fotografi seiring dengan mulai populernya teknik/efek cinematic pada foto still. Efek cinematic ini dimaksudkan untuk membuat kesan sebuah foto still menjadi terlihat sebagai sebuah adegan/scene yang diambil dari film. Karena untuk membuat mood dan tampilan di film menggunakan istilah color grading, maka istilah ini pun jadi terbawa dan populer di fotografi still.

Color grading atau color grade sebenarnya merupakan hal yang umum dilakukan sejak lama di dunia media baik foto maupun film. Tujuannya adalah untuk memperbaiki warna (color correction) agar sesuai dengan aslinya atau untuk mewujudkan efek warna artisitik sesuai dengan keinginan si pembuatnya. Prosesnya dapat dilakukan secara elektronik (telecine), menggunakan bahan kimia (color timing) atau secara digital yang populer dilakukan saat ini.

Perubahan dalam Color Grading

Pada proses color grading editor atau colorist melakukan perubahan yang dapat dibagi dalam 2 area utama yaitu perubahan tone dan perubahan warna. Dengan melakukan perubahan pada 2 area ini maka kita dapat melakukan proses color grading untuk membuat mood atau tampilan yang diinginkan.

1. Tone

Tone disini yang dimaksud adalah perubahan gelap terang pada image. Di Photoshop kita dapat melakukan perubahan tone dengan menggunakan salah satu atau gabungan dari Image Adjustment: Brightness/Contrast, Levels, Curves dan Exposures.

Tone gelap terang pada foto:

2. Warna

Perubahan warna di Photoshop dapat kita lakukan dengan melakukan perubahan pada salah satu atau gabungan dari Image Adjustments: Vibrance, Hue/Saturation, Color Balance, Black & White, Photo Filters, Channel Mixers dan Color Lookup.

Warna pada foto:

Pada contoh dibawah ini saya perlihatkan hasil color grading sederhana di 2 area utama tersebut:

Perubahan pada tone:

Perubahan pada warna:

Perubahan pada tone dan warna:

Pada saat Anda melakukan color grading makan Anda akan melakukan perubahan pada tone, warna atau keduanya untuk mendapatkan look, mood atau style yang Anda inginkan pada foto tersebut. Lebih lanjut tentang color grading di fotografi Anda bisa lihat pada tutorial saya di sini tentang membuat tone warna maupun efek cinematic.

Menemukan Skema Warna Untuk Color Grading

Dalam bentuk yang lebih sederhana kita dapat melihat bahwa foto atau film yang telah mengalami proses color grading akan terjadi perubahan pada warna sehingga menghasilkan nuansa tertentu. Untuk menemukan skema warna atau gabungan warna yang tepat maka kita dapat kembali pada teori warna yang telah pernah saya tulis sebelumnya. Dalam tulisan tersebut saya menuliskan 4 teori warna yang paling umum yaitu:

1. Monochromatic.

Skema warna dari campuran satu hue namun dengan tingkat saturasi yang berbeda-beda. Contoh:

color grading di fotografi

2. Analogous.

Skema warna dari beberapa hue yang bersisian di dalam color wheel. Contoh:

color grading di fotografi

3. Triad.

Skema warna dari color wheel yang terbagi 3. Contohnya:

color grading di fotografi

4. Complementary.

Skema warna dari campuran warna yang saling bersebrangan (komplemen) di color wheel. Contohnya:

color grading di fotografi

Dengan memahami teori-teori skema warna di atas kita dapat melakukan analisa pada contoh foto atau film yang telah melalui proses color grading untuk mengetahui skema warna yang digunakan.

Contoh film Matrix menggunakan skema Monochromatic:

color grading di fotografi
Contoh film Traffic menggunakan skema warna Analogous:

color grading di fotografi

Contoh film Scott Pilgrim vs. the World menggunakan skema Triad:

color grading di fotografi

Contoh film Mad Max: Fury Road menggunakan skema Complementer:

color grading di fotografi

Dengan mengetahui skema warna yang digunakan pada foto atau film, Anda dapat mereplikasi color grading di fotografi Anda sendiri.

Color Grading di Fotografi

Yang membedakan antara foto dan film atau sinema adalah adanya continuity atau keberlanjutan. Dalam foto still, audience akan fokus pada satu frame foto untuk memahami semua informasi visual yang tidak bergerak. Waktu yang tersedia untuk memahami satu frame tersebut relatif panjang sehingga audience memiliki cukup waktu untuk memfungsikan seluruh indra yang dimiliki dalam memahami foto still tersebut.

Berbeda dengan foto yang “diam” maka dalam film atau sinema terdiri dari dari banyak frame yang ditampilkan dalam urutan tertentu dalam waktu yang relatif cepat dikombinasikan dengan unsur audio. Kompleksitas dari media ini membuat audience menjadi lebih toleran terhadap hal-hal yang “tidak normal” selama masih dalam konteks cerita film tersebut. Hal inilah yang mengakibatkan proses color grading di film dapat terlihat lebih ekstrem atau “over the top” dibandingkan proses color grading di foto still.

Berikut contoh sebuah scene dari film Inception dan Moonrise Kingdom:

color grading di fotografi

color grading di fotografi

Anda bisa lihat bagaimana warna yang ditampilkan tidak natural. Namun hal ini menjadi tidak masalah karena audience tidak punya cukup waktu untuk merespon hal tersebut secara “serius” karena faktor continuity dari film akan membawa audience pada adegan atau cerita yang sedang berjalan. Dengan demikian audience terkondisikan oleh mood, style atau look dari film tersebut yang dibuat oleh kreatornya.

Proses color grading ekstrem seperti pada film tentu saja bukan berarti tidak boleh diterapkan pada foto still. Keputusan akhir tetap ada pada si kreator dalam hal pendekatan artistik dari karyanya.

Pada bagian terakhir dibawah ini saya perlihatkan bagaimana proses color grading yang diterapkan pada foto still.

Foto original:

color grading di fotografiColor grading dengan konsep skema warna Monochromatic:

color grading di fotografiColor grading dengan konsep warna Complementary:

color grading di fotografi