Mengapa saya memilih untuk upgrade dari Nikon D300 ke Nikon D7000?

Sebelumnya saya adalah pengguna kamera DSLR Nikon tipe D300 kurang lebih dalam 3 tahun terakhir ini. Kamera ini saya beli 2nd dari seorang teman pada tahun 2009 lalu dalam kondisi yang baik. Namun menjelang berakhirnya tahun 2011 ini saya berpikir untuk segera mengganti body kamera saya dengan body kamera baru dengan alasan sbb:

  • Secara fisik walaupun tidak parah, beberapa tanda pemakaian di body Nikon D300 sudah mulai terlihat. Terutama sekali adalah karet di bagian grip kanan yang sudah mulai agak pudar walaupun belum melar. Selain itu adalah karet dibagian bawah body yang mulai sedikit melar karena sering dipakai dengan menggunakan tripod.
  • Shutter count yang sudah mulai membengkak. Persisnya saya kurang tau tapi saya perkirakan sudah mencapai hampir 30k.
  • Nikon D300 tidak memiliki fitur untuk merekam video. Kadang pada beberapa kesempatan dan moment tertentu saya berharap dapat merekam video dengan kamera yang saya bawa.
  • Munculnya Nikon D300S dan D7000

Berdasarkan alasan-alasan diatas maka pilihan saya untuk upgrade body adalah antara Nikon D300S dan Nikon D7000. Bujet yang saya siapkan untuk ini sebesar 10juta rupiah yang merupakan hasil penjualan dari kamera Nikon D300 sebelumnya.

Karena sebelumnya saya adalah pengguna Nikon D300 maka D300S adalah pilihan logis pertama saya untuk upgrade. Berikut beberapa pertimbangan saya apabila memilih D300S:

  1. Saya sudah terbiasa dengan interface, ergonomik, fitur dari seri D300
  2. Nikon D300S merupakan lineup kamera DSLR semipro dari Nikon dengan fitur yang memang lebih condong ke arah pemakaian pro. Contohnya body yang full magnesium alloy, tidak ada pilihan Scene mode dll. Dulu salah satu alasan kenapa saya menggunakan Nikon seri D300 adalah kemampuannya untuk melakukan metering dengan baik ketika menggunakan lensa-lensa manual Nikon.
  3. D300S sudah support untuk merekam video

Sedangkan sisi minusnya apabila saya memilih D300S adalah:

  1. Faktor harga. Untuk harga baru body only (BO) bisa mencapai hampir 13 juta rupiah. Sedangkan untuk 2nd bisa ditebus dengan harga dikisaran 10juta, namun sulit untuk mendapatkan body dengan Shutter Count dibawah 10k.
  2. Teknologi yang digunakan tidak terlalu baru dibandingkan Nikon D7000. Walaupun bukan berarti teknologinya sudah ketinggalan jaman.
  3. Fitur rekam video di D300S tidak support Full HD 1080p dan masih menggunakan Motion JPG decoder yang menghasilkan kualitas gambar tidak sebaik D7000.

Selain D300S pilihan saya yang lain jatuh pada Nikon D7000. Berikut yang menjadi pertimbangan untuk Nikon D7000:

  1. Teknologi yang digunakan adalah teknologi terbaru dari Nikon. Sensor di D7000 adalah Expeed 2 sedangkan D300S masih menggunakan Expeed 1
  2. Karena teknologi yang digunakan adalah yang terbaru maka D7000 memiliki Dynamic Range & Color Depth yang lebih baik dibandingkan D300S
  3. Faktor harga. Untuk Nikon D7000 body only (BO) baru harganya sekitar 9.5jt rupiah. Hampir sama dengan harga Nikon D300S bekas.
  4. Nikon D7000 sudah support rekam video Full HD 1080p @ 24fps

Yang menjadi sisi negatif dalam mempertimbangkan Nikon D7000 adalah:

  1. Nikon D7000 oleh Nikon tidak diposisikan sebagai kamera semi-pro namun lebih ke arah kamera untuk photography enthusiast atau serious hobbyist. Body walau sudah magnesium alloy tapi tidak semuanya. Masih ada menu untuk scene mode.
  2. Nikon D7000 menggunakan twin slot untuk SD card sebagai media penyimpanan. Sedangkan D300 menggunakan CF card (standar media penyimpanan kamera profesional). Hal ini berarti saya tidak bisa menggunakan CF card saya yang lama dan harus membeli SD card baru.
  3. Saya sudah terbiasa dengan ergonomik D300 yang besar dan berat. Nikon D7000 memiliki dimensi yang lebih kecil dan ringan, mungkin perlu penyesuaian lagi untuk handlingnya nanti.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas pada akhirnya saya memilih untuk membeli body Nikon D7000 baru. Ada dua alasan utama mengapa pada akhirnya saya memilih Nikon D7000:

  • Image quality Nikon D7000. Dengan prosesor sensor Expeed 2 yang terbaru, Nikon D7000 dapat menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik ketimbang Nikon D300S. Performa di ISO tinggi juga bisa sedikit lebih baik ketimbang D300S. Dynamic Range yang lebih lebar (hampir mencapai 2 stop perbedaanya) dan Color Depth yang lebih baik (dapat membedakan sampai 2x lebih banyak warna) adalah 2 faktor lain yang menarik dari D7000.
  • Faktor harga. Dengan harga yang lebih murah ketimbang Nikon D300S bekas, saya mendapatkan kamera yang all new dengan image quality yang lebih baik.

Satu hal yang saya agak merasa kehilangan dari Nikon seri D300 yang selama ini saya pakai dan tidak ada di Nikon D7000 adalah feeling dari sebuah kamera profesional. Nikon D7000 buat saya (yang sudah terbiasa dengan D300) secara ergonomik terasa agak ringan dan kecil sehingga menimbulkan kesan kurang pro. Namun pada akhirnya, buat saya kualitas image yang dihasilkan adalah yang utama, dan pada faktor itulah Nikon D7000 lebih baik ketimbang Nikon D300S.

Demikian beberapa alasan mengapa bagi saya Nikon D7000 merupakan pilihan utama ketika mengupgrade dari Nikon D300. Bagaimana dengan Anda? Silahkan anda research dulu mengenai kelebihan dan kekurangan dari kedua kamera ini lalu tetapkan pilihan yang paling tepat sesuai dengan yang Anda inginkan. Bagi saya D7000 adalah pilihan saya, tapi untuk Anda mungkin D300S adalah pilihan yang paling tepat. Untuk informasi lebih lanjut perbandingan antara Nikon D300S dan Nikon D7000 silahkan lihat di dpreview.com dan Snapsort.com

Catatan: Kamera hanyalah alat. Bagus tidaknya foto lebih banyak dipengaruhi oleh faktor orangnya. Kamera bagus bukan berarti akan secara otomatis menghasilkan foto yang bagus. Demikian juga sebaliknya, kamera jelek akan otomatis menghasilkan foto yang jelek. Tulisan saya di atas tidak mencoba mengarahkan pembaca agar menjadi seorang gear head, tetap skill manusia adalah nomer satu, alat atau gear hanyalah sebagai penunjang kita dalam berkreasi :)

  • firas widyan agatha

    Bg, numpang nanya,, kira kira kenapa yaa d7000 sewaktu merekam video menjadi beda hasil? Yg tdinya hanya (live view) cahaya baik, tapi setelah merekam hasilnya berubah jadi low light,, nah kira kira apa yg bg yg salah, apa saya salah settingan video di kamera? Atau memang saya wajib untuk service? Mohon infonya ya bg,, matur nuwun..

    • Jangan berpatokan pada tampilan di Live View. Lihat light meter kemudian cocokan pilihan aperture dan ISO nya. Sedangkan shutter speed pilih 2x dari framerate, misalkan kita pilih framerate video 25fps maka shutter speed bisa pakai 1/50s (2×25).

  • budi santoso

    keren om artikelnya. lugas dan mudah dipahami.
    saya berencana upgrade body juga. sekarang saya pegang D90 dan masih suka dengan handlingnya. sudah lama saya memimpikan untuk upgrade ke D7000. tapi banyak yang recomend ke D300s dan benar rasa Pro DSLR itu beda sama entry level dan itu membuat saya timpang antara D7000 (pilihan saya) dan D300s yang “ProThog Feel”. setelah membaca artikel ini saya baru tersadar akan kebutuhan Fothografy saya dan kembali ke pakem style saya sendiri. nice artikel om.

    • Terima kasih untuk commentnya. Betul, yang penting sesuai kebutuhan dan tiap orang punya kebutuhan dan style masing2 yang menjadikan kebutuhan jenis kamera tiap orang juga unik :)

  • Thama

    Wah artikel yg menarik.
    Sekalian mau tanya nih om. Skarang saya pake d3200, niatnya ingin upgrade kira2 kalo up ke d300s gmna om? Apa bisa di bilang ketinggalan jaman? Atau mungkin D7100? Thx

    • Yah kalo antara D300S dan D7100 memang beda jaman, D300s umurnya udah 7 tahun sedangkan D7100 “baru” 3 tahun. Dari sisi teknologi kamera terbaru tentu support lebih banyak fitur2 baru.

  • firdaus

    Pak mau tanya, saat ini apakah untuk motret olahraga misal sepakbola d300s masih bisa diandalkan. lebih baik mana dengan d7200? jelas secara zaman keduanya terpaut jauh. saat ini sy pegang d5100 dan ada rencana utk upgrade body. lalu teman ada yg menawarkan d300s nya dengan sc masih 7ribuan. apakah layak untuk upgrade ke d300s second itu? karena utk ke d7200 budget masih belum memenuhi hehehehe apalagi d500 :D
    terimakasih..

    • Seperti yang Anda sebutkan, jaraknya memang cukup jauh antara Nikon D300s dan Nikon D7200. Di era kamera digital seperti sekarang perkembangan teknologi sangat cepat berbeda dengan era kamera analog dulu. Jadi saya rasa kalo dibandingkan tentu lebih layak Nikon D7200 dibandingkan Nikon D300s. Kalau memang bujetnya belum cukup bisa cari yang seri dibawah Nikon D7200 yang cukup banyak.

  • Jessi

    aku mau nanya donk, kamera nikon 1itu bagus ga? *maaf keluar dari artikel* aku lagi mau beli kamera untuk pemula.. yang gampang untuk di pakai tapi hasil gambarnya bagus tapi yang biasa aja ga terlalu mahal..
    thank you ya :)

    • bismafs

      Senengnya motret apa? Nikon 1 dan kamera lainnya sih bagus2 aja kalo cocok sama fotografernya. Cocok dng gaya memotretnya maupun apa yg difotonya.

  • yossa

    Setuju buangett,,,man behind the gun

  • ishpmSulteng

    Cuman nanya nih. Baru pegang kamera. Dengar-dengar, Nikon D7000 bermasalah dengan oil lubricat. yg muncrat ke sensor.

    • bismafs

      Selama ini sy pake D7000 sudah 2tahunan nggak ada masalah sih. Mungkin yg lain ada yg pernah mengalami?

    • fadly

      iya gan… kalo di bukaan kecil kaya f22 gitu…

  • kalo Om Snapsort berkata pada Nikon D300s VS D7000
    “Snapsort recommends the Nikon D7000. This
    recommendation, however, should be taken with a grain of salt since it
    doesn’t always make sense to compare a pro DSLR with a entry-level DSLR”.
    makanya saya langsung pilih D300s

    • bismafs

      Yup itu salah satu cara untuk memilih diantara 2 kamera ini, apakah Anda pilih kamera yang diposisikan sebagai pro DSLR atau entry-level DSLR. Kebetulan untuk saya pribadi lebih memilih kepada apa yg saya butuhkan dan kamera mana yg bisa memenuhi kebutuhan saya tersebut. Seperti yang saya tulis “…tetapkan pilihan yang paling tepat sesuai dengan yang Anda inginkan. Bagi saya D7000 adalah pilihan saya, tapi untuk Anda mungkin D300S adalah pilihan yang paling tepat.”

  • achmad zhen

    D300s dari Nikon sya pernah mencoba dari punya teman dan hasilnya cukup OK, untuk Outdoor juga keren..terbarunya adalah Nikon D7000 dengan spesifikasi lebih dan keringkasan yg mungkin menjadi pilihan tapi kekurangan dan kelabihan terdapat di keduanya …
    saya pribadi lebih memilih Nikon D300s
    bisa cek review di http://id.seniki.com
    thks..

    • bismafs

      Terima kasih atas sharing infonya. Buat yang lebih condong milih D300s mungkin bisa cek reviewnya, seperti yang disebutkan masing-masing punya kelebihan dan kekurang tinggal pilih cocoknya yang mana :)

  • M Mahardikaputra

    terima kasih pak !
    infonya bermanfaat sekali. Pilih kamera sesuai kebutuhan :D

    • bismafs

      Terima kasih :)

  • Achal149

    wah mantab abng….aku skrng masih pakai d 90 memang sih pengen up grade tp masih agak bingung   d300s tau d 7000 heheh. dengan ada artikel ini kayanya pilihan jatuh kepada d 7000hahahah

    • bismafs

      Halo… :)
      Tulisan saya ini saya buat berdasarkan kebutuhan fotografi saya sendiri. Saya nggak bilang D300S lebih jelek dari D7000 hanya saja berdasarkan kebutuhan saya, D7000 lebih cocok ketimbang D300S. Jadi bener2 dipertimbangkan dengan baik yang mana yang cocok dengan kebutuhannya. Buat saya upgrade body kamera beda dengan ganti lensa. Lifecycle lensa kamera biasanya lebih lama daripada body di era fotografi digital sekarang ini, kalo body mungkin 1-2 tahun sudah ganti lagi karena hampir tiap tahun muncul seri baru dng teknologi dan fitur baru, kalo lensa lebih dari 2 tahun masih bisa dipakai :)
      Kalo sudah upgrade nanti coba share akhirnya pilih mana, D300S atau D7000? :)

  • Husniemardha

    iya pak sekarang tekhnologi cepet banget berkembangnya, 5 tahun lalu masih jarang orang bisa motret dengan hasil bagus, tapi sekarang, banyak fotografer dadakan…hehehe… tapi meski di era digital sekarang, saya masih lebih suka pake metering/setting manual, meski kamera2 sekarang udah pinter setting autonya, tapi saya kadang2 belum puas…hehehe…
    thx share nya pak…yang jelas dengan D300s ini lah saya belajar banyak mengontrol kamera dengan benar daripada waktu masih pake D70s…makasi pak…

  • Husniemardha

    saya dulu pemakai D70s…trus langsung up grade ke D300s, dan sangat senang dengan fitur semipronya dan hand grip yang kokoh..tahan segala cuaca,karena saya juga sering outdoor..
    udah 2 tahun saya pake D300s, dan sempat tergiur dengan fitur D7000… tapi memang kalo udah sering pegang kamera gede, pegang kamera agak kecil jadi kurang nyaman..apalagi kalo disandingkan dengan lensa 70-200, berasa gedean lensanya..hehehe..
    rencana 1 tahun lagi ingin upgrade kamera, menurut bapak enak mana ya, beli D7000 ato nunggu D400 keluar? mau ganti D700 tapi kok udah mau regenerasi D800…(harganya juga kemahalan)
    pengennya sih D4, tapi gak kuat harganya…hahahaha:)

    • bismafs

      Halo…
      Memang benar setelah sekarang saya pegang D7000 kok ya terasa seperti megang kamera mainan karena lebih ringkas dan ringan dibandingkan D300 sebelumnya :)
      Kalo rencana upgradenya 1 tahun lagi saya rasa kemungkinan nanti pengganti D7000 sudah ada, jadi lebih baik lihat saja nanti 1 tahun lagi. Apakah D800 atau mungkin D8000 :)
      Saya malah prediksikan dalam 3 tahun ke depan popularitas DSLR akan berkurang dan 5 tahun dari sekarang mungkin DSLR akan sangat berkurang drastis pemakainya. Masa depan kamera digital ada di kamera mirrorless :)

  • Syarendraadhitama

    Share Bro, Untuk memotret Pertandingan Sepak Bola ,D7000 memiliki Burst 6 fps yg (denger2 apabila ditambah baterai grip MB-D11 itu tdk berpengaruh untuk menambah kecepatannya) , D300s memiliki 7fps,pertanyannya apakah sma kecepatan yg di miliki D7000 dengan D300s,krena memotret pertandingan bola membutuh kecepatan dlm mengambil sebuah moment?

    • bismafs

      Yup betul. Nikon D300S bisa Continuous drive (burst) sampai 7fps sedangkan D7000 6fps. Dengan tambahan battery grip seharusnya bisa menaikkan kecepatan burst dari kamera. Cuma saya tidak sering motret sport action jadi jarang saya menggunakan fitur continuous drive di kamera. Tentu kalo saya sering motret action sport kecepatan burst kamera menjadi salah satu pertimbangan utama :)